MAGELANG — Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026 di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut total peserta yang disiapkan mencapai 12.500 pelari: 3.300 peserta nomor 10 kilometer, 4.200 half marathon, dan 5.000 full marathon.
Tiga nomor lomba menampung 12.500 peserta
Angka peserta disampaikan dalam pembaruan persiapan pada 20–21 Oktober. Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema “Decade of Legacy”, menandai satu dekade ajang yang mulai digelar pada 2017.
Persiapan disebut 99 persen, keselamatan tetap jadi fokus
Pemprov menyampaikan persiapan acara telah mencapai sekitar 99 persen. Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungan, sementara Sekretaris Daerah Sumarno meminta panitia menjaga kesiapan teknis dan mitigasi sejak awal.
Perhatian diarahkan pada pemantauan cuaca dan kualitas udara, kecukupan tenaga medis, serta penyiapan tempat rujukan bila peserta memerlukan penanganan. Kebutuhan dukungan lapangan dapat berbeda menurut jarak dan kepadatan peserta.
Angka progres 99 persen merupakan keterangan persiapan pada tanggal laporan, bukan jaminan seluruh risiko telah terselesaikan. Kondisi cuaca dan operasional masih dapat berubah menjelang hari lomba.
Usulan rute dan titik penyemangat
Pemprov menyampaikan masukan agar lintasan melintasi area parkir Masjid Agung Jawa Tengah di Magelang. Sekda juga meminta titik cheering lebih banyak di sisi kanan dan kiri rute pada Tanjakan Cinta, yang disebut sebagai salah satu titik favorit pelari.
Usulan tersebut perlu dibedakan dari rute final. Informasi mengenai penutupan jalan, titik start dan finis, rekayasa lalu lintas, serta akses penonton perlu mengikuti pengumuman resmi panitia dan pemerintah setempat.
Sport tourism perlu diikuti kesiapan layanan
Borobudur Marathon diposisikan sebagai bagian dari sport tourism yang diharapkan menggerakkan penginapan, restoran, homestay, UMKM, dan layanan wisata sekitar. Manfaat ekonomi tersebut merupakan harapan penyelenggara dan pemerintah; besaran dampak edisi 2026 belum dapat disimpulkan dari angka peserta saja.
Warga dan pengunjung perlu memantau informasi rute dan lalu lintas, menjaga hidrasi, mengikuti arahan petugas, serta mengandalkan kanal resmi untuk pembaruan jadwal dan ketentuan lomba.
