SUBULUSSALAM — Rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Kota Subulussalam, Aceh, diikuti 95 pendaftaran dayah dan balai pengajian dalam empat cabang perlombaan. Puncak peringatan tingkat kota dijadwalkan pada Kamis malam, 22 Oktober 2026, di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, dengan tabligh akbar, pembagian hadiah, dan peluncuran sistem data pondok pesantren.
Empat cabang lomba menghimpun 95 pendaftaran
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melaporkan, peserta mendaftar pada kategori Fahmil Qur’an, menggambar, hadroh, dan pildacil. Panitia merinci 25 dayah pada lomba Fahmil Qur’an, 13 dayah pada hadroh, 32 lembaga pada menggambar, serta 25 lembaga pada pildacil.
Lomba Fahmil Qur’an dan menggambar berlangsung pada Senin, 19 Oktober. Fahmil Qur’an digelar di Aula Kantor Kemenag Kota Subulussalam, sedangkan lomba menggambar berlangsung di Masjid Agung Kota Subulussalam. Rangkaian kemudian dijadwalkan berlanjut pada 22 Oktober melalui lomba hadroh antardayah dan pildacil antarbalai pengajian atau TPA.
Puncak acara dijadwalkan malam ini
Panitia menjadwalkan puncak peringatan tingkat kota pada Kamis malam di Aula Pendopo Wali Kota. Agenda yang diumumkan meliputi tabligh akbar dengan wali kota sebagai penceramah, penyerahan hadiah kepada pemenang lomba, serta peluncuran sistem data pondok pesantren.
Pada saat laporan ini disiapkan, agenda malam masih merupakan rencana yang diumumkan panitia. Belum ada verifikasi bahwa acara atau peluncuran sistem telah berlangsung.
Sistem data diarahkan untuk mendukung pembinaan
Menurut keterangan panitia yang dimuat Kemenag Aceh, sistem data pesantren diharapkan membuat pengelolaan informasi lebih tertata dan memudahkan penyediaan data untuk pembinaan serta pengembangan pesantren di Subulussalam.
Manfaat sistem tersebut nantinya bergantung pada kelengkapan, ketepatan pembaruan, perlindungan data, dan tata kelola akses. Pengumuman peluncuran belum menjelaskan cakupan data, mekanisme pembaruan, maupun fitur yang tersedia, sehingga fungsi operasionalnya masih perlu dilihat setelah sistem diperkenalkan.
Tema Hari Santri 2026
Rangkaian di Subulussalam mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kemenag menyebut peringatan tahun ini dapat diisi kegiatan yang mengembangkan kemampuan keagamaan, kreativitas, seni, keterampilan komunikasi, serta kemandirian pesantren.
Empat kategori lomba memberi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an, mengekspresikan kreativitas, mengembangkan seni Islami, dan melatih keberanian berbicara. Penyelenggara berharap kegiatan menjadi bagian pembinaan generasi muda, bukan sekadar seremoni tahunan.
