Kabupaten Pati, Jawa Tengah — Dampak kekeringan meluas di Kabupaten Pati. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati per 14 Oktober 2026, sebanyak 75 desa di 12 kecamatan terdampak krisis air bersih. Sebanyak 13.698 kepala keluarga atau 45.618 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Tujuh kecamatan masuk kategori kekeringan berat: Jakenan, Winong, Gabus, Pucakwangi, Jaken, Tambakromo, dan Kayen. Kecamatan Jakenan mencatat 14 desa terdampak, Winong 11 desa, Gabus dan Pucakwangi masing-masing 10 desa, Jaken 9 desa, Tambakromo 8 desa, dan Kayen 7 desa.
BPBD Pati telah menyalurkan 620 tangki air bersih atau sekitar 2.917.000 liter. Palang Merah Indonesia (PMI) Pati turut menyalurkan 358 tangki atau sekitar 1.790.000 liter. Total penyaluran dari kedua pihak mencapai 978 tangki atau sekitar 4.707.000 liter, berdasarkan laporan yang dikutip media lokal.
BMKG juga menyebut Kabupaten Pati termasuk wilayah berstatus awas kekeringan meteorologis pada Dasarian II Oktober 2026. Sebagian wilayah Pati diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Dasarian II Desember, sehingga kebutuhan air bersih masih perlu diantisipasi.
Pembaruan data desa terdampak, koordinasi distribusi, dan prioritas bagi wilayah dengan kekeringan terparah menjadi penting agar bantuan menjangkau warga yang membutuhkan. Angka distribusi bersifat dinamis dan perlu diperbarui mengikuti laporan resmi terbaru.
Sumber: Mitrapost (17 Oktober 2026), Murianews (17 Oktober 2026), Harian Muria (19 Oktober 2026). Artikel disusun oleh INDICATE Newsroom berdasarkan sumber yang dicantumkan. Foto ilustrasi, bila digunakan, harus diberi label ilustrasi.
